Minimal invasive surgery (laparoscopy diagnosis dan operative) semestinya dapat dilakukan oleh semua dokter Obgin. Kalau melihat log book dan kurikulum pendidikan PPDS-1 maka kompetensi untuk seorang SpOG mestinya dapat melakukan laparoscopy sampai minimal level 3 dari 6 level kompetensi, Yaitu: level 1: laparoscopy diagnostic, level 2: sterilisasi tuba, ectopic pregnancy, level 3: resection of simple cyst ovaries.
Di saat saya mengikuti occupational training dan work limitation di Women's and Children's Hospital di Adelaide dan saat saya mengikuti Overseas visiting di Saitama Medical Center Japan, para registrar atau residen Obgin sangat terampil melakukan prosedur tersebut. Dan 70% operasi ginekologi dilakukan dengan prosedur minimal invasive.
Kita berharap agar para sejawat Obgin mau bersama-sama mengembangkan laparoscopy di Bali, agar masyarakat kita tidak pergi ke Singapore, Malaysia, atau Australia untuk melakukan prosedur tersebut.
Laparoscopy adalah satu cara dari sekian banyak cara dalam prosedur ginekologi.
Ilmu dapat dipelajari oleh siapa saja dan jangan disekat-sekat atau di-claim seperti wilayah politik.
Mari belajar bersama untuk kemajuan bangsa.
YES WE CAN