
Suatu hari sepasang suami istri datang kepada saya. Mereka telah menikah lebih dari 5 tahun namun belum saja dikaruniai seorang anak pun.
Mereka telah berusaha dan berjuang untuk bisa memiliki momongan namun semua upaya belum berbuah hasil yang diharapkan.
Begitu banyak pemeriksaan baik pada sang istri dan sang suami telah dilakukan. Dan hasilnya semuanya baik-baik saja.
Semua dokter menyarankan kepada mereka untuk terus berusaha,berjuang dan bersabar.
Salah satu dokter menyarankan mereka untuk mencoba dengan bayi tabung. Namun biaya untuk usaha itu sungguh mahal bagi mereka.
Mereka kemudian berjumpa dengan saya atas saran sahabatnya.
Saya banyak bertanya tentang pemeriksaan yang telah dilakukan mereka, riwayat kesehatan dan penyakit yang mereka miliki serta pada keluarga mereka (orang tua, dan saudara-saudara mereka). Dan saya juga menanyakan bagaimana hidup mereka sehari-hari (pekerjaan, suasana kerja, suasana rumah dan hubungan interpersonal diantara mereka berdua).
Mereka kemudian bercerita tentang masa lalu mereka dan perjumpaan mereka sampai mereka menikah.
Saat kemudian sang istri menangis dan kemudian bercerita tentang pengalaman sedih yag dia alami saat mengetahui bahwa suaminya sempat memiliki hubungan "lain" dengan wanita lain saat tahun pertama kehidupan rumah tangga mereka.
Sang suami mengakui dan dengan ekspresi penuh penyesalan sang suami mengucapkan maaf kepada istrinya di depan saya.
Kemudian........
Saya mencoba mengerti dan memahami keadaan mereka.
Saya hanya berucap:"Jangan bersedih, semua orang pernah dan mungkin akan berbuat salah. Dan saya yakin hampir semua rumah tangga pernah mengalami masalah dan konflik. Karena kita masih manusia yang bisa lupa, lalai dan khilaf. Saran saya mulailah untuk bisa benar-benar menerima masa lalu itu dan memulai untuk bisa berpikir positif dan optimis. Saya percaya tidak ada yang tak mungkin jika kita benar-benar mengusahakan dan berjuang mencapainya".
Sang istri nampak sedikit tenang dan mengeringkan air matanya.
Sang suami mulai tampak lega dan menunjukkan pancaran mata yang bersemangat.
Saya kemudian membuatkan program "be optimist to be pregnant" untuk pasangan ini.
Dan 3 bulan kemudian anugrah yang terindah untuk pasangan ini datang.
Sang istri terlambat haid dangan membawa hasil pemeriksaan urin untuk kehamilan sebanyak 5 buah dengan hasil yang positif (2 garis).
Saya lakukan pemeriksaan dengan USG dan kehamilannya normal di dalam rahim dengan usia kehamilan 6 minggu.
Mereka berhabagia dan sangat bersyukur dimana anugrah TUHAN datang satelah mereka menerima dan berdamai dengan masa lalu.
Saya mendapat pelajaran yang sangat penting. Bahwa kita harus bisa berdamai dengan masa lalu agar masa lalu tidak terus saja kita pikul sebagai beban kemana pun kita berjalan di hari ini dan di hari esok.
Salam damai.